Kamis, 17 September 2026 | 12:10 WIB
Gaya Hidup Liputan Khusus

Gerakan “Digital Detox” Meluas di Kalangan Gen-Z: Mengapa Makin Banyak Anak Muda Memilih Mengurangi Medsos?

Di tengah gempuran notifikasi dan kecemasan FOMO, tren beralih ke dumbphone dan libur dari linimasa media sosial justru menjadi tren gaya hidup baru yang digandrungi demi ketenangan batin.

Redaksi Berita Viral Tim Liputan Khusus & Cek Fakta
Rabu, 16 September 2026
4 Menit baca

JAKARTA, BERITA VIRAL TERKINI — Di saat sebagian besar orang berlomba-lomba memperbarui gawai cerdas mereka, fenomena sebaliknya justru tengah merebak di kalangan Generasi Z di kota-kota besar. Gerakan “Digital Detox” atau puasa dari layar gawai kini menjadi salah satu tren gaya hidup paling diperbincangkan.

Kembali ke Ponsel Fitur Jadul (*Dumbphone*)

Banyak anak muda yang secara sengaja menyimpan smartphone mereka di akhir pekan dan menggantinya dengan ponsel model lipat jadul yang hanya bisa melakukan panggilan telepon dan SMS.

“Rasanya seperti mengambil kembali kendali atas waktu saya sendiri. Dulu tanpa sadar saya bisa menghabiskan 6 jam sehari hanya untuk scrolling video tanpa arah. Sekarang pikiran saya jauh lebih tenang dan saya bisa menyelesaikan buku bacaan,” ungkap Nabila (22), seorang mahasiswi di Jakarta.

🌿 Manfaat Nyata Detoks Digital

Penelitian dari lembaga psikologi independen menunjukkan bahwa membatasi penggunaan media sosial hingga maksimal 30 menit per hari terbukti menurunkan tingkat kecemasan hingga 40% dan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.

Komitmen Independensi Redaksi

Setiap naskah berita di Berita Viral Terkini disusun melalui proses verifikasi lapangan dan pemantauan media siber yang berimbang. Hak jawab dan klarifikasi dapat disampaikan melalui kontak redaksi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *